Tanaman Belum Menghasilkan di Afdeling V Unit Gunung Bayu Diduga Ratusan Hektare Ditelantarkan

Simalungun, - Perawatan sejak dini terhadap tanaman belum menghasilkan (TBM) menjadi salahsatu aspek penting untuk diperhatikan agar kelak kelapa sawit membuahkan hasil maksimal.

Adapun perawatan seperti pendaringan, penyiangan, penyulaman, pemupukan, dan pemberantasan hama dan penyakit, wajib dilakukan agar pertumbuhan tanaman kelapa sawit sehat dan normal.

Namun hal itu terkesan tidak dilakukan oleh pihak manajemen Unit Gunung Bayu di afdeling V PTPN IV Regional II Palmco dilokasi yang tertuang sesuai geografis Tempel Jaya kecamatan Bosar Maligas kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Selasa(29/09/26). Terutama terhadap TBM (Tanaman Belum Menghasilkan).

Dari pantauan awak media TBM(Tanaman Belum Menghasilkan) milik plat merah itu terlihat Areanya semak alias tidak diadakan chemis dan tidak ditemukan jankos di piringan tersebut. 

Serangan hama dan penyakit tersebut tampak melalui gejala-gejala fisik yang timbul pada tanaman. Sehingga, jika tidak segera dikendalikan, maka dapat mengakibatkan rendahnya perkembangan dan produktivitas kelapa sawit.

Salahseorang warga sekitar yang kebetulan sedang mencari rumput untuk sapi di areal itu bilang; ”Kami rutin mencari rumput di kebun sini bang, mengingat di kebun ini banyak tumbuh rumput liar yang kebetulan disukai ternak kami.”ungkapnya.

ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp selaku Asisten Kepala(Askep)Tanaman Rayon(B) Herry Wahyudi terkait kondisi TBM(Tanaman Belum Menghasilkan) yang Diduga tidak ada perawatan dan mengirimkan Video tanaman tersebut namun memilih tidak menanggapi alias bungkam.

Antoni siallagan selaku sosial control sangat menyayangkan keadaan tanaman produksi menghasilkan PTPN IV Unit Gunung Bayu ” Kalau sampai begini suburnya gulma pengganggu diareal pokok sawit diperkirakan sudah lama tidak dilakukan pemeliharaan, dananya kemana ” ucap Siallagan. Dirinya juga menduga bahwa telah terjadi kongkalikong antara management Unit Gunung Bayu dengan pihak vendor pemeliharaan tanaman Belum menghasilkan. Hal ini tidak bisa dibiarkan, karena akan berdampak pada kerugian negara.

Karena gulma dapat menggangu proses penyedotan nutrisi makanan terhadap kelapa sawit maka dapat dipastikan hasil yang akan didapatkan pun pasti tidak sesuai dengan program yang direncanakan dan dipastikan hasil produksi tanaman sawit menghasilkan akan menurun.

” Banyak ahli – ahli tanaman kelapa sawit di PTPN IV Medan apakah memang ada disarankan gulma yang tumbuh subur di areal kelapa sawit akan menghasilkan buah yang baik?, Ahli tanaman di PTPN IV itu adalah orang – orang yang sudah teruji, dan bahkan sudah orang – orang terpilih, jadi hal ini tidak boleh dibiarkan.” Tegasnya.

Siallagan juga meminta kepada regional Head agar kinerja management PTPN IV Unit Gunung Bayu Manager, Askep hinga asisten Afdeling agar ditinjau kembali dan segera menurunkan team Audit SPI ( Satuan Pengawasan intern) karena diduga telah terjadi tindak pidana korupsi yang dapat merugikan PTPN IV dan Palmco. ” Kalau management tidak peduli dengan aset BUMN ini kinerja manager beserta jajarannya perlu sangat dipertanyakan “. Tegas Siallagan.

(RG)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Redaksi
Redaksi
SERANG RAYA

Berita Terbaru

  • Tanaman Belum Menghasilkan di Afdeling V Unit Gunung Bayu Diduga Ratusan Hektare Ditelantarkan
  • Tanaman Belum Menghasilkan di Afdeling V Unit Gunung Bayu Diduga Ratusan Hektare Ditelantarkan
  • Tanaman Belum Menghasilkan di Afdeling V Unit Gunung Bayu Diduga Ratusan Hektare Ditelantarkan
  • Tanaman Belum Menghasilkan di Afdeling V Unit Gunung Bayu Diduga Ratusan Hektare Ditelantarkan
  • Tanaman Belum Menghasilkan di Afdeling V Unit Gunung Bayu Diduga Ratusan Hektare Ditelantarkan
  • Tanaman Belum Menghasilkan di Afdeling V Unit Gunung Bayu Diduga Ratusan Hektare Ditelantarkan

Posting Komentar