Baru Seumur Jagung, Proyek Betonisasi Jalan Raya Bakung Kronjo, Tampak Retak dan Patah

 


KABUPATEN TANGERANG - Proyek pekerjaan betonisasi di Jalan Raya Bakung, Kecamatan Kronjo, tepatnya 30 meter dari kantor Balai Desa Bakung menjadi sorotan publik, setelah ditemukan sejumlah bagian badan jalan yang mengalami keretakan, pecah, hingga patah dalam waktu yang relatif singkat setelah pekerjaan selesai kurang dari satu pekan.


Kondisi tersebut akhirnya memunculkan dugaan dan kekhawatiran masyarakat terhadap kwalitas dan ketahanan konstruksi jalan yang merupakan bagian dari infrastruktur publik. (08/09/2026) 


Hal tersebut disampaikan Sekjen FRJRI Imron R Sadewo atau yang kerap disapa Bocah Angon kepada Awak media. Dirinya meminta kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang bersama pihak pelaksana segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan fisik dan evaluasi teknis secara menyeluruh.


Berdasarkan pantauan awak media dilokasi, memang terlihat sejumlah bagian permukaan beton mengalami kerusakan berupa retakan dan patahan. Kerusakan tersebut menjadi bukti dan perhatian serius karena pekerjaan jalan tersebut masih tergolong baru. 


Imron R. Sadewo, menilai kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti, bukan hanya dengan perbaikan pada permukaan jalan, tetapi melalui pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab kerusakan secara objektif.


Ia juga mengatakan pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah harus memenuhi aspek mutu, kondisi tanah, kwalitas, dan ketahanan bobot kendaraan yang melintas sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,"jelasnya.


Diduga kerusakan yang muncul dalam waktu relatif singkat perlu menjadi perhatian serius karena dapat mengurangi umur layanan pembangunan  jalan tersebut, apabila penyebabnya atau solusinya ditemukan dan ditangani secara benar,"ungkap Imron


"Terlebih pembanguna tersebut dengan menggunaan anggaran dari hasil pajak masyarakat. Oleh karena itu kwalitas pekerjaan harus menjadi perhatian, masa baru selesai sudah terlihat retak dan patah, tentu ini perlu diperiksa secara teknis agar diketahui penyebabnya, jangan Asal Bapak Senang (ABS),"ucapnya kesal


Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang, juga dinilai perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai identitas kegiatan betonisasi tersebut, termasuk sumber pembiayaan, nilai kontrak, perusahaan pelaksana, konsultan pengawas, spesifikasi teknis, serta masa pemeliharaan pekerjaan.


Kerusakan dini pada badan jalan tersebut ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah.dan diperlukan kritik untuk memastikan apakah kondisi tersebut masih berada dalam batas toleransi teknis atau justru menunjukkan adanya pekerjaan yang harus diperbaiki,"tutur Imron R. Sadewo


"Kami berharap Dinas terkait turun langsung mengecek. Kalau memang ada bagian pekerjaan yang tidak sesuai, sebaiknya segera diperbaiki. Kalau harus dibongkar dan dikerjakan kembali pada bagian yang memang tidak memenuhi ketentuan, ya harus dilakukan sesuai hasil pemeriksaan,"katanya.


Publik berharap pemerintah tidak menunggu kerusakan semakin meluas, Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan teknis. Karena kondisi visual di lapangan saja tidak cukup untuk menentukan apakah kerusakan disebabkan oleh kwalitas material, pelaksanaan pekerjaan, kondisi tanah dasar, beban lalu lintas, faktor cuaca, atau faktor teknis lainnya.


Imron R. Sadewo juga menjelaskan, Apabila memang berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan bagian pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi atau persyaratan kontrak, pihak yang bertanggung jawab harus diminta segera melakukan tindakan perbaikan sesuai ketentuan, termasuk jika harus dilakukan pembongkaran atau pengerjaan ulang," jelasnya.


Langkah tersebut penting untuk memastikan anggaran publik menghasilkan infrastruktur yang memiliki kualitas dan umur layanan sebagaimana mestinya.


Di sisi lain, Pemerintah juga perlu menjelaskan kepada masyarakat penyebab kerusakan apabila hasil pemeriksaan teknis telah dilakukan. Dengan demikian, persoalan tersebut tidak berhenti pada keluhan warga, tetapi memperoleh penyelesaian berdasarkan data dan pemeriksaan yang dapat dipertanggung jawabkan.


Artinya kondisi kerusakan yang terlihat di lapangan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kegagalan konstruksi. Masih diperlukan juga pemeriksaan oleh pihak yang berkompeten, termasuk pengecekan mutu material, ketebalan beton, kondisi lapisan dasar, pemadatan, proses pengecoran, hingga kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi dalam dokumen kontrak,"terang Imron.


Hingga berita ini diturunkan Atasnma FRJRI masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang dan pihak pelaksana mengenai identitas proyek, nilai anggaran, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, penyebab kerusakan, serta langkah penanganan yang akan dilakukan,"pungkasnya



(Yanto)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Baru Seumur Jagung, Proyek Betonisasi Jalan Raya Bakung Kronjo, Tampak Retak dan Patah
  • Baru Seumur Jagung, Proyek Betonisasi Jalan Raya Bakung Kronjo, Tampak Retak dan Patah
  • Baru Seumur Jagung, Proyek Betonisasi Jalan Raya Bakung Kronjo, Tampak Retak dan Patah
  • Baru Seumur Jagung, Proyek Betonisasi Jalan Raya Bakung Kronjo, Tampak Retak dan Patah
  • Baru Seumur Jagung, Proyek Betonisasi Jalan Raya Bakung Kronjo, Tampak Retak dan Patah
  • Baru Seumur Jagung, Proyek Betonisasi Jalan Raya Bakung Kronjo, Tampak Retak dan Patah

Posting Komentar